Jumat, 13 Juni 2014

01

terimakasih sudah mau hadir dalam hidupku, terimakasih sudah mau menemaniku, terimakasih sudah mau percaya dengan semua inginku dan harapan yang ku berikan padamu.. dan sekarang giliranku untuk membuktikan semuanya padamu.
dan ini saatnya aku mulai memberi arti padamu, tidak lagi abu-abu seperti dulu.. ini adalah keajaiban katamu, dan hanya secara kebetulan, tidak sungguh tidak.. . ini adalah apa yang ada dalam hatiku, dan ini semua tentang rasa dan dialog hatiku.. bukan mantra ataupun kata tanpa gatra.. 
sekali lagi aku ingin ucapkan terimakasih, padamu pada setiap kepercayaan dan semangat darimu.. bila bukan karenamu, tentu aku akan memilih jalan yang salah, dan termasuk golongan mereka yang tak punya arti, kecil memang kemungkinan untuk seperti inginmu, namun besar keinginanku untuk mewujudkannya, dan aku percaya pada katamu, bahwa semua akan sampai pada waktunya., tergantung seberapa besar usaha dan inginmu untuk mencapainya...
untukmu, wanitaku,,, kau adalah cahaya 


Rabu, 11 Juni 2014

aku ingin melihatmu memakai pakaian jepang, suatu saat nanti aku ingin kita bisa sampai ke Jepang. itu inginku dan aku tersenyum saat membayangkanmu. malam ini tidak biasanya begini, terlalu merindukanmu, bahkan menahan senyum karena ingat senyummu.. sangat sederhana namun terasa menyejukkan, jujur bagiku kau bukan wanita yang cantik, tak seperti artis yang ada di sinetron tv, tapi itulah dirimu, aura cantikmu hadir dari hati, dan itu akan abadi sampai kapanpun.
saat ini aku belum bisa berkoar-koar seperti pemuda kebanyakan yang ada diluar sana, mereka asyik bercerita tentang pasangannya, sedang aku, aku hanya bisa tersenyum dan mengatakan kepada mereka dalam hati "lihat,, dia wanitaku, dia anugerah terindah untuku, yang masih berproses menjadi pribadi yang lebih baik, wanita yang mengubah gelap ku menjadi terang, haruskah mengatakannya sekarang, tidak, aku hanya perlu bersabar untuk menjemputnya... " 
dua hari yang lalu, aku merasa sangat sedih sekali. tidak biasanya kau begini, begitu dingin dan seolah kita tak pernah kenal sebelumnya. aku berbicara tentangmu dan tentang mimpimu, tapi kau hanya menatap tanpa suara, entah dinding apa yang memisahkanmu dariku, tapi aku sadari akan hal itu, begitu berbeda dan nyata, dan aku merasa sakit. 
mungkin ini yang dikatakan orang kegalaun karena cinta, namun aku tak punya alasan untuk itu, aku tak punya klaim untuk itu, dan aku bisa apa ? rasa kecewa, takut, dan putus asa, menjadi satu dalam pikiranku, hingga aku berpikir, bagaimana kalau aku akhiri saja sandiwara ini, toh ini kan hanya mimpi, hanya wacana dan bayangan akan kesenangan yang masih belom nyata...  aku terkulai dalam dialog pikiranku sendiri.
dan tahukah kamu, hatiku berbicara lain, ia mengajarkanku untuk terus tersenyum.. ia katakan padaku, bahwa pikiranku iri padamu, ia ingin aku terpecah dan berubah membencimu, tahukah kamu, hatiku begitu mengagumimu.. ia tegar dengan rasa yang ia simpan dan satu hal yang selalu ia katakan, tersenyumlah hati itu tidak akan pernah tertukar..
aku ingin mengatakan ini kepadamu, tersenyumlah,,, tak ada yang lebih indah dari senyuman tulus seorang yang ia kagumi, dan aku tak ingin kehilangan rasa bahagia ini.