selama ini ada beberapa pertanyaan yang selalu menghantui pikiranku, pertanyaan tentangmu dan masa depanku, dan lagi-lagi aku tak mampu ungkapkan itu, meski hanya sekedar menjawab salah satu. pernah hari itu, kau bertanya dengan pertanyaan yang sama dalam hatiku, ahh.. andai saja aku bisa menjawab, dan lagi-lagi aku tak bisa menjawab, dan membuatmu tergantung tanpa jawaban, tu membuatku berdosa.
awal tahun 2014 yang lalu, aku telah menuliskan wacana yang banyak tentang masa depanku, telah merenovasi semua kesalahan dan kekurangan di tahun 2013, impianku tentang negri yang indah, rumah sederhana yang indah dengan taman yang luas, mobil cantik tanpa harus harga mewah ...dan lagi-lagi itu masih menjadi wacana yang belum terealisasi. ahh.. andai saja aku tak melukiskan semuanya, aku mungkin tak kan terbebani dengan impian ini.
bagiku tak masalah dengan keinginanmu yang tinggi, aku pasti akan mengimbanginya, bagiku tak masalah bila kau menuntut ini dan itu, merencanakan kehendakmu untuk masa depan impianmu, tentang rumah cahaya, dan langit-langit yang biru. aku hanya bertanya, bila nanti telah ku selesaikan semua itu, akan kah kau masih ingat padaku ? ahh... andai saja kau tau, cinta ini tak perlu dibuktikan dengan merajut permadani, karena cintaku lebih indah dari itu.
hatiku terbakar, bergetar tubuhku saat mendengar kabar tentangmu, subuh itu, belum selesai dzikirku, aku harus berlari membelah kebisuan kabut pagi. ini tidak biasanya, kenapa tiba-tiba ? ahh.. andai saja, aku tak membiarkanmu sendiri, tentu kau masih bisa menemaniku menyelesaikan pertanyaan ini. tak dapat ku tahan air mata, saat melihatmu serupa batang kering, dan lagi-lagi aku tak bisa menjawab pertanyaan ini.
akhir februari, aku tersentak oleh pertanyaanku sendiri, dialog hati yang telah lama terpendam tak bisa jua ku tahan, ternyata, angin di bulan ini, lebih cepat dari lariku, belum lama kau putuskan untuk mengikat tali, dan sekarang kau telah melepasnya. kekhawatiranku berbuah manis, sangat manis, lebih manis dari madu lebih manis dari gula, sangat manis, sungguh sangat manis.
aku belum memutuskan akhir kisahku, belum menemukan jawaban untuk pertanyaan ini, namun aku terlebih dulu sadar, dan mengambil kesimpulan sendiri, dan lagi-lagi, harus ada yang mengalah dan itu adalah aku. aku yang tak akan menyerah, aku yang tak akan mau berhenti, dengan impian-impian kecil yang harus ku selesaikan, karena itulah yang tersisa dari cinta ini.
sebuah ungkapan, yang membuatku tegar dan bersabar.. bahwa aku mencintaimu fillah.
awal tahun 2014 yang lalu, aku telah menuliskan wacana yang banyak tentang masa depanku, telah merenovasi semua kesalahan dan kekurangan di tahun 2013, impianku tentang negri yang indah, rumah sederhana yang indah dengan taman yang luas, mobil cantik tanpa harus harga mewah ...dan lagi-lagi itu masih menjadi wacana yang belum terealisasi. ahh.. andai saja aku tak melukiskan semuanya, aku mungkin tak kan terbebani dengan impian ini.
bagiku tak masalah dengan keinginanmu yang tinggi, aku pasti akan mengimbanginya, bagiku tak masalah bila kau menuntut ini dan itu, merencanakan kehendakmu untuk masa depan impianmu, tentang rumah cahaya, dan langit-langit yang biru. aku hanya bertanya, bila nanti telah ku selesaikan semua itu, akan kah kau masih ingat padaku ? ahh... andai saja kau tau, cinta ini tak perlu dibuktikan dengan merajut permadani, karena cintaku lebih indah dari itu.
hatiku terbakar, bergetar tubuhku saat mendengar kabar tentangmu, subuh itu, belum selesai dzikirku, aku harus berlari membelah kebisuan kabut pagi. ini tidak biasanya, kenapa tiba-tiba ? ahh.. andai saja, aku tak membiarkanmu sendiri, tentu kau masih bisa menemaniku menyelesaikan pertanyaan ini. tak dapat ku tahan air mata, saat melihatmu serupa batang kering, dan lagi-lagi aku tak bisa menjawab pertanyaan ini.
akhir februari, aku tersentak oleh pertanyaanku sendiri, dialog hati yang telah lama terpendam tak bisa jua ku tahan, ternyata, angin di bulan ini, lebih cepat dari lariku, belum lama kau putuskan untuk mengikat tali, dan sekarang kau telah melepasnya. kekhawatiranku berbuah manis, sangat manis, lebih manis dari madu lebih manis dari gula, sangat manis, sungguh sangat manis.
aku belum memutuskan akhir kisahku, belum menemukan jawaban untuk pertanyaan ini, namun aku terlebih dulu sadar, dan mengambil kesimpulan sendiri, dan lagi-lagi, harus ada yang mengalah dan itu adalah aku. aku yang tak akan menyerah, aku yang tak akan mau berhenti, dengan impian-impian kecil yang harus ku selesaikan, karena itulah yang tersisa dari cinta ini.
sebuah ungkapan, yang membuatku tegar dan bersabar.. bahwa aku mencintaimu fillah.
RSS Feed
Twitter
08.09
Unknown
subhanallah hehehe
BalasHapus